Penasaran

cerpen Penasaran
Karya   Ade Indar Rahman

Ini hari Minggu, hari yang sangat tenang dan santai yang dimana biasanya aku bisa tidur dengan puas. Lalu, aku terbangun tidurku.

“Kringgg… Kringgg… Kringgg” bunyi telepon yang akhirnya membangukanku dari mimpi yang indah. Masih belum puas rasanya. Tetapi, temanku menelpon dan berusaha untuk membangkitkan kesadaranku lagi. Dan mau tidak mau akupun menjawab telepon darinya.

“hey tukang tidur, jadi pergi liburan tidak?” tanya rahma dengan suara yang membentakku. “Jadi dong, Ma!, tunggu dulu tapi. saya mau cuci muka dulu, habis itu mandi terus makan.” Jawabku dengan santai. Lalu aku mengambil mengambil handuk dan langsung pergi menuju kamar mandi.

Tak lama kemudian, kakak ku keluar dari kamar mandi dan langsung mengejek.
“Alhamdulillah, ternyata adek ku masih hidup, tapi tumben bangun jam segini biasanya bangun jam 11”katanya mengejek ku sambil tertawa. 
“tadi temen mu nelpon, udah di jawab?” lanjutnya. “sudah, gara-gara dia ni ade bangun jam segini,” jawab ku dengan wajah yang kusut dan sedikit kesal.

Setelah selesai mandi dan siap siap, lalu aku mengisi perut ini agar tidak kelaparan saat dijalan nanti. Setelah itu aku berpamitan kepada ibu ku untuk pergi menjemput rahma kerumahnya.
“Ibu… ade mau pergi ke rumahnya temen sebentar ya” ibu ku langsung menatapku dengan penuh curiga dan bertanya “mau pergi kencan ya?” ucapnya dengan nada becanda. “tidak buk, mau kencan sama siapa juga” jawabku dengan nada yang sedikit kesal.
 “Ade mau pergi jalan-jalan, tadi diajak sama temen cewe,” jawabku. “iya udah kalo gitu hati-hati ya” jawab ibuku dengan senyumannya.

Setelah menjemput rahma akupun langsung bergegas menuju pantai Loang Baloq bersama temanku. sesampainya di pantai, aku pun menaruh motor ku dan langsung masuk ke pantai. 

“Alhamdulillah akhirnya bias liburan ke pantai lagi!” seru Rahma dengan gembira.
Setelah lelah berkeliling pantai, kami akhirnya beristirahat sambil memesan ikan bakar untuk mengisi tenaga tubuh kami.

 “Silahkan… ini ikan bakarnya… dan es kelapanya. Selamat menikmati!” suguh pelayan tersebut dengan ramah. “Terima kasih pak” jawab kami berdua.

Setelah kenyang dengan ikan bakar yang enak itu, aku mengajak temanku untuk melanjutkan perjalanan menuju makam Loang Baloq yang lokasinya tidak jauh dari pantai tersebut. Saat kami baru sampai disana, kami langsung disambut oleh guide yang ada disana.

 “Selamat datang mbak di makam Loang Balok” sapa guide tersebut kepada kami dengan senyumannya yang hangat. Selama perjalanan guide tersebut menjelaskan sejarah, tradisi, dan larangan-larangan apabila ada pengunjung yang berwisata kesana. Karena menurut masyarakat sasak makam Loang Baloq merupakan tempat yang dianggap sakral bagi warga desa Lombok.

"Kebiasaan mengikat akar beringin itu pernah kami larang, karena mengganggu kenyamanan, kelihatannya kurang bersih. Tapi tidak bisa, memang sudah menjadi kebiasaan peziarah dari dulu," tutur guide tersebut kepada kami yang menjelaskan tentang larangan disana.

Mendengar larangan tersebut aku pun penasaran, lalu mengikat akar beringin itu.
“Mbak… barusan saya bilang jangan pernah mengikat akar pohon itu” ujar guide tersebut dengan raut wajah yang kesal terhadap kami. 
“Maaf pak saya hanya penasaran saja dengan yang bapak bilang tadi” pinta ku dengan wajah yang memelas. 
Melihat indakan kami yang kurang sopan tadi guide itu pun menyuruh kami untuk pulang. 
Dan tak terasa Senja pun tiba, langit sunset yang indah pun muncul. Aku dan teman ku menghentikan aktivitas.

“Gara-gara kamu aja ini de kita di usir sama bapak itu, diusir di depan orang banyak lagi, ya allah malunya” ujar rahma kepadaku dengan wajah yang marah dan sedikit kesal.

 “Iyaiyaa saya minta maaf kan saya hanya penasaran aja” jawab ku dengan wajah yang memelas dan cengengesan agar di maafkan.

Waktu pun berlalu hingga adzan magrib berkumandang lalu saya dan teman saya memutuskan untuk pulang akan tetapi kita  berdua mencari masjid untuk solat magrib terlebih dahulu lalu melanjutkan perjalanan pulang.

Sekian cerpen yang saya buat terimaksih.

Komentar

  1. 🙌🏻🙌🏻🙌🏻mangats menulis

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Cerpen yang menarik untuk dibaca👍

    BalasHapus
  4. Semangat terus buat cerpennya❤

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEMALIK RANGET DESA SESAOT

Kemalik Ranget desa Sesaot