Penasaran
cerpen Penasaran Karya Ade Indar Rahman Ini hari Minggu, hari yang sangat tenang dan santai yang dimana biasanya aku bisa tidur dengan puas. Lalu, aku terbangun tidurku. “Kringgg… Kringgg… Kringgg” bunyi telepon yang akhirnya membangukanku dari mimpi yang indah. Masih belum puas rasanya. Tetapi, temanku menelpon dan berusaha untuk membangkitkan kesadaranku lagi. Dan mau tidak mau akupun menjawab telepon darinya. “hey tukang tidur, jadi pergi liburan tidak?” tanya rahma dengan suara yang membentakku. “Jadi dong, Ma!, tunggu dulu tapi. saya mau cuci muka dulu, habis itu mandi terus makan.” Jawabku dengan santai. Lalu aku mengambil mengambil handuk dan langsung pergi menuju kamar mandi. Tak lama kemudian, kakak ku keluar dari kamar mandi dan langsung mengejek. “Alhamdulillah, ternyata adek ku masih hidup, tapi tumben bangun jam segini biasanya bangun jam 11”katanya mengejek ku sambil tertawa. “tadi temen mu nelpon, udah di jawab?” lanjutnya. “sudah, gara-gara dia ni ade ...