Kemalik Ranget desa Sesaot

Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh

perkenalkan nama saya Ade Indar Rahman kesempatan kali ini saya akan menyampaikan informasi tentang tradisi yang ada di Lombok.

 Desa Suranadi Sesaot merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Narmada, kabupaten Lombok Barat, provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa Sesaot Lombok Barat sempat meraih Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019 di bidang lingkungan dari Kemenpar, Desa Sesaot juga menjadi salah satu Desa Wisata Berkelanjutan di Indonesia, yang dimana penyerahan penghargaannya diadakan di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Jakarta, Selasa, (2/3/2021). Penerimaan penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Kemenparekaf Sandiaga Salahudin Uno di Jakarta dan diterima oleh Yuni Hariseni selaku Kepala Desa Sesaot dan Budi Setiawan Masudi selaku Pengelola Wisata.

Desa sesaot juga memiliki peninggalan yang dikeramatkan yaitu kemalik yang tempatnya berada di dusun ranget. Kemaliq Ranget merupakan tempat sakral dan dikeramatkan oleh warga sekitar. Jika ada wisatawan yang berniat untuk berkunjung ke tempat tersebut diharuskan untuk memiliki niat yang baik, karena menurut informasi yang ada Kemaliq Ranget adalah peninggalan dari leluhur suku Sasak. Pada tahun 1800-an para leluhur menjadikan kemaliq tersebut sebagai tempat untuk bertafakur. Kemaliq ini sudah ada sejak zaman baloq Alisah atau baloq Dendeq, baloq Alisah atau baloq Dendeq ini adalah leluhur dari bapak Saptori, empat tingkat di atas beliau, menurut bapak Saptori dapat dipastikan baloq Alisah ini adalah generasi pertama yang menepati Dusun Ranget.

Akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman, tidak sedikit yang mengira bahwa Kemaliq Ranget adalah Pura, sehingga masyarakat sekitar beranggapan bahwa kemaliq Ranget merupakan Pura Ranget. Hal ini disebabkan karena bentuk dari kemaliq Ranget sekarang sudah berubah menjadi pura, oleh sebab itu banyak yang beranggapan bahwa Kemaliq merupakan syirik jika dilihat dari sudut pandang agama. Kemaliq ini bersifat mistis, namun jika di telusuri lebih dalam dari segi keagamaannya, Kemaliq lebih berkaitan dengan budaya, sehingga tidak bisa langsung disimpulkan bahwa leluhur itu adalah sebagai orang-orang yang syirik, karena ini merupakan warisan leluhur, dengan kata lain merupakan bukti dari apresiasi yang harus di jaga. Terlepas dari itu, setiap agama dan budaya masyarakat Sasak sendiri beragama Islam, selain dari itu masyarakat Sasak menganggap kalau budaya harus berdampingan dengan agama tanpa harus menjauhkan diri dari tuhan yang maha esa Allah SWT.

Namun jika di telusuri lebih dalam, Kemaliq ini memiliki dampak positif dan energi kebaikan yang terlahir dari para wali Allah yang dulunya bertafakur di sana, karena cara untuk lebih khusyuk untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah tempat yang nyaman dan sunyi. Sehingga pada umumnya masyarakat tidak paham, untuk itu perlu diberikan pemahaman yang benar tentang warisan leluhur ini.

Dalam hal ini bisa diambil kesimpulan bahwa kemaliq adalah tempat yang dikeramatkan atau di anggap suci karna masyarakat menganggap bahwa itu adalah warisan tradisi leluhur. Artinya tempat tersebut memiliki aturan karena di anggap sebagai tempat yang suci maka ada hal-hal yang harus dilakukan maupun yang tidak boleh dilakukan. Dalam hubungannya dengan kehidupan masyarakat, kemaliq dapat berfungsi sebagai alat pemersatu berbagai kepercayaan masyarakat. Jadi masyarakat yang mengadakan aktualisasi kepercayaannya di kemaliq adalah masyarakat Hindu dan Islam.

Sekian informasinya guyss jika kalian ada saran atau kritik tulis dibawah yaa.

#savekemalik

#kemalikranget


sumber : http://ellanurmayanti.blogspot.com/2021/06/mengenal-kemaliq-ranget-di-sesaot.html


Komentar

Posting Komentar